CATL Luncurkan BESS Berbahan Natrium Pertama di Dunia yang Telah Teruji di Lapangan, Dorong Komersialisasi Sistem Penyimpanan Energi Berbasis Natrium

- Pewarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUNICH, 24 Juni 2026 /PRNewswire/ — Pada 22 Juni 2026, CATL resmi meluncurkan Sistem Penyimpanaan Energi TENER Sodium di Munich, Jerman. Untuk pertama kalinya di dunia, solusi penyimpanan energi berbasis ion natrium (sodium-ion) ini telah teruji dalam kondisi operasional nyata. Dengan demikian, TENER Sodium telah siap dikomersialisasi, baik dari sisi teknologi, kapasitas produksi, maupun rantai pasok. CATL memperkirakan total pengiriman produk ini mencapai 1 GWh hingga akhir 2026, sementara pengiriman global akan dimulai pada Juni 2027.

"CATL berkomitmen mendorong kemandirian energi di seluruh dunia dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami mengembangkan bahan kimia baru untuk baterai yang memanfaatkan sumber daya melimpah dan tersedia di berbagai benua. Teknologi ini mendukung kebutuhan energi delapan miliar penduduk dunia dengan usia pakai yang lebih panjang dan tingkat keamanan yang lebih baik," ujar Director, Energy Storage Technology Center, CATL, William Wu, saat meluncurkan produk tersebut. "Kami menilai bahwa natrium dan litium akan menjadi dua fondasi utama dalam sistem penyimpanan energi masa depan."

William Wu, Director of CATL's Energy Storage Technology Center
William Wu, Director of CATL’s Energy Storage Technology Center

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

TENER Sodium: Solusi Andal di Tengah Dinamika Energi

Seiring dengan meningkatnya porsi energi terbarukan dan lonjakan kebutuhan listrik akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), sistem penyimpanan energi kini beralih dari sekadar perangkat pendukung menjadi infrastruktur utama dalam sistem energi global. Namun, sebagian besar perangkat ini masih bergantung pada baterai litium yang menghadapi kendala akibat suplai yang terkonsentrasi dan harga yang fluktuatif, sehingga meningkatkan risiko rantai pasok. Sebaliknya, pasokan natrium jauh lebih melimpah—suplainya lebih dari 1.000 kali dibandingkan litium—dan mudah ditemukan di berbagai belahan dunia. Lebih lagi, performanya tetap stabil di suhu ekstrem, lebih aman, dan berpotensi lebih hemat biaya. Keunggulan tersebut mendorong transisi teknologi dalam sistem penyimpanan energi.

"Industri penyimpanan energi tidak lagi berlomba-lomba meningkatkan kapasitas produksi. Manfaat jangka panjang kini menentukan kesuksesan di industri ini," ujar CTO, ESS, dan President, ESS Europe CATL, Amanda Xu, dalam presentasinya. "Kesiapan merupakan faktor utama yang memberikan kepastian."

Amanda Xu, CTO ESS and President of ESS Europe CATL
Amanda Xu, CTO ESS and President of ESS Europe CATL

Misi tersebut menjadi landasan pengembangan TENER Sodium.

Didukung teknologi ion natrium terbaru CATL, TENER Sodium menawarkan kapasitas terpasang lebih dari 30 MWh dalam arsitektur modular. Pendekatan ini memberikan tiga manfaat utama bagi pelanggan.

Pertama, implementasi proyek menjadi lebih ringkas. Setiap modul berbobot sekitar 42 ton dan hanya membutuhkan 34 unit untuk membangun fasilitas penyimpanan energi berkapasitas 1 GWh.

Kedua, fleksibilitas konfigurasi menjadi lebih optimal. Sistem ini memisahkan blok energi dan daya sehingga mendukung durasi penyimpanan 1, 2, 4, 6, hingga 8 jam sesuai kebutuhan proyek.

Ketiga, biaya pemeliharaan menjadi lebih hemat karena modul yang mengalami gangguan dapat diisolasi dan diganti secara mandiri. Pendekatan ini meningkatkan ketersediaan sistem pada level stasiun, menekan biaya operasional (OPEX), dan mengoptimalkan pemanfaatan aset.


Selain menawarkan kemudahan melalui arsitektur modular, CATL juga mengembangkan platform pada level stasiun yang dirancang khusus untuk sistem penyimpanan energi berbasis ion natrium.

1. Pengatur voltase: Untuk mengatasi rentang voltase baterai ion natrium yang lebih luas, CATL mengembangkan sistem pengatur voltase dua arah (bidirectional/Bi-DC) khusus. Sistem ini secara otomatis menaikkan voltase saat angkanya rendah sehingga power conversion system (PCS) tetap bekerja optimal di seluruh rentang operasional. Teknologi ini meningkatkan efisiensi siklus sistem (round trip efficiency/RTE) hampir 2%. Pada fasilitas penyimpanan energi berkapasitas 1 GWh, peningkatan tersebut dapat menghasilkan tambahan jutaan kilowatt-jam listrik setiap tahun. Sistem ini juga kompatibel dengan berbagai produk PCS utama di dunia dan menawarkan kemampuan dukungan jaringan listrik yang lebih baik.

2. Sistem BMS: CATL merancang sistem manajemen baterai (battery management system/BMS) khusus untuk penyimpanan energi berbasis ion natrium dengan memanfaatkan karakteristik kurva voltase yang terus menurun secara bertahap. Dengan pendekatan ini, estimasi state of charge (SOC) menjadi lebih akurat. Selain itu, toleransi SOC terhadap kondisi overcharge pada baterai ion natrium meningkat 20% dibandingkan baterai ion litium. Dengan demikian, sistem BMS memiliki margin keamanan operasional tambahan sebesar 20% sehingga lebih fleksibel.

3. Konsumsi energi tambahan yang sangat rendah: Desain aliran udara unik dengan sistem pembuangan panas dari bagian atas (top-discharge airflow) menghilangkan efek thermal island sejak awal dan mengurangi pembentukan panas pada sistem hingga hampir 30% dibandingkan solusi konvensional. Ketika dipadukan dengan sistem pendingin cair berefisiensi tinggi, konsumsi daya tambahan dapat ditekan dari angka rata-rata industri yang tercatat sebesar 2% menjadi hanya 1%. Pada proyek penyimpanan energi berskala besar dan berdurasi panjang, peningkatan efisiensi ini berpotensi menghemat biaya operasional hingga jutaan euro.

4. Tingkat kebisingan yang lebih minim: TENER Sodium bekerja dengan tingkat kebisingan hanya 65 desibel, atau 10 desibel lebih rendah dibandingkan sistem konvensional. Keunggulan ini turut mengatasi kekhawatiran masyarakat di sekitar lokasi proyek yang selama ini menjadi kendala umum. Dengan tingkat kebisingan yang lebih minim, fasilitas penyimpanan energi dapat dibangun lebih dekat ke pusat beban listrik sehingga mengurangi biaya transmisi dan distribusi secara drastis.

Selain itu, sistem TENER Sodium kompatibel dengan sistem baterai LFP dan memiliki jejak fisik (physical footprint) yang sama. Platform ini dapat digunakan untuk baterai ion natrium maupun ion litium tanpa harus mengganti kabinet, merancang ulang proyek, atau mengulang proses sertifikasi. Karena mudah beralih secara fleksibel antara kedua teknologi tersebut, sistem TENER Sodium menjadi solusi praktis bagi pelanggan dalam menghadapi fluktuasi harga litium. Ke depan, TENER Sodium juga telah menyiapkan jalur peningkatan menuju arsitektur tegangan tinggi 2.000V agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi.


Hasil Pengembangan Selama Satu Dekade: Rantai Pasok dan Manufaktur Siap Memasuki Fase Komersialisasi

Keunggulan TENER Sodium dari sisi keamanan, manfaat ekonomi, dan keandalan tidak tercapai dalam waktu singkat. CATL telah melakukan riset dan pengembangan baterai ion natrium sejak 2016 dengan total investasi hampir EUR 1,2 miliar dalam satu dekade terakhir. Lebih dari 300 tenaga peneliti dan pengembang terlibat dalam program tersebut. Hingga kini, CATL telah mengumpulkan lebih dari 1.600 kategori paten dan lebih dari 200 paten yang telah disetujui secara global. CATL juga telah menyelesaikan lebih dari 100 tantangan teknis, serta membangun proses manufaktur terintegrasi dari material hingga sel baterai.

Teknologi ion natrium kini telah beralih dari proyek laboratorium menjadi sistem material penyimpanan energi yang siap diproduksi dalam skala besar. Saat ini, CATL telah menguasai kemampuan manufaktur untuk memproduksi puluhan ribu ton material anoda dan katoda. CATL juga memperkirakan biaya produksi material NFPP akan terus menurun seiring dengan perkembangan teknologi tersebut.

CATL bekerja sama dengan berbagai integrator sistem untuk membangun ekosistem tertutup bagi penyimpanan energi berbasis ion natrium, mulai dari riset dan pengembangan sel baterai, pengiriman sistem, pengujian produk, hingga implementasi komersial. Dari sisi kapasitas produksi, CATL telah menginvestasikan RMB 5 miliar untuk memperluas lini produksi ion natrium di pabrik yang berlokasi di Fuding dengan tambahan kapasitas tahunan sebesar 40 GWh. Sementara itu, fasilitas CATL di Jining, Provinsi Shandong, telah merencanakan kapasitas produksi ion natrium sebesar 160 GWh. Seluruh lini produksi massal CATL kini telah beroperasi penuh dan siap mendukung implementasi dalam skala besar.

Kematangan teknologi, produk, rantai pasok, dan kemampuan produksi secara menyeluruh telah mempercepat fase komersialisasi penyimpanan energi berbasis ion natrium. Di Tiongkok, CATL mulai mengirimkan sistem penyimpanan energi ion natrium pertama kepada pelanggan pada September 2026. Total pengiriman diperkirakan mencapai 1 GWh hingga akhir tahun. Di sisi lain, pengiriman ke pasar internasional dijadwalkan pada Juni 2027.

Pada April 2026, CATL dan HyperStrong menandatangani kontrak penyimpanan energi berbasis ion natrium terbesar di dunia, yakni pesanan sistem penyimpanan energi sebesar 60 GWh selama periode tiga tahun. Kesepakatan tersebut mengawali era implementasi penyimpanan energi berbasis ion natrium dalam skala gigawatt-jam (GWh).

Penyimpanan Energi Generasi Baru: Memberikan Kepastian bagi Jaringan Listrik Masa Depan

Mulai dari merintis penggunaan baterai LFP sebagai teknologi utama dalam penyimpanan energi, memperkenalkan sel penyimpanan energi khusus generasi pertama berkapasitas 280Ah dan 314Ah, serta dilanjutkan dengan sel generasi kedua berkapasitas 587Ah, hingga peluncuran sistem penyimpanan energi ion natrium pertama yang telah teruji dalam kondisi operasional nyata, CATL terus mendorong kemajuan industri melalui setiap inovasi.

Peluncuran CATL TENER Sodium Energy Storage System menandai babak baru dalam industri penyimpanan energi, ketika litium dan natrium menjadi dua fondasi utama dalam infrastruktur penyimpanan energi generasi baru. Kombinasi keduanya diharapkan mampu mendukung transisi energi global dalam beberapa dekade mendatang. Setelah debut TENER Sodium di pasar global dan bergerak menuju pengiriman massal, CATL bersama mitra-mitra globalnya terus bekerja sama guna mewujudkan visi strategis tersebut. Lewat upaya ini, CATL membangun fondasi sistem energi masa depan yang lebih stabil, efisien dari sisi biaya, dan berkelanjutan bagi dunia.

Berita Terkait

DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN
Inverter Smart String 506 kW Huawei Raih Smarter E AWARD di Ajang Intersolar Europe 2026
China International Supply Chain Expo Keempat Resmi Dibuka di Beijing
Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam
Sungrow Master 2026 Tingkatkan Kompetensi Instalatur guna Memperkuat Industri Energi Surya di Filipina
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya
ChinaMarket: Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Kontainer Tiba di Lokasi Proyek
Zendure Luncurkan Ekosistem Energi AI ZEN+ HOME di Ajang Intersolar 2026

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:41 WIB

DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:36 WIB

Inverter Smart String 506 kW Huawei Raih Smarter E AWARD di Ajang Intersolar Europe 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:35 WIB

China International Supply Chain Expo Keempat Resmi Dibuka di Beijing

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:49 WIB

CATL Luncurkan BESS Berbahan Natrium Pertama di Dunia yang Telah Teruji di Lapangan, Dorong Komersialisasi Sistem Penyimpanan Energi Berbasis Natrium

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:08 WIB

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Berita Terbaru

Pers Rilis

DuPont Luncurkan Tyvek® APX™ di Pasar ASEAN

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:41 WIB

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB