Harga Komoditas Pangan yang Terlalu Murah Disebut Mendag Zulhas Sebabkan Petani Alami Kebangkrutan

- Pewarta

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Facebook.com @Zulkifli Hasan)

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Facebook.com @Zulkifli Hasan)

INFOEKONOMI.COM – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pihaknya akan melakukan sejumlah kajian.

Bila terjadi penurunan harga sejumlah komoditas pangan hingga terlampau murah.

Karena, apabila harga komoditas pangan terlalu murah, maka petani bisa jadi mengalami kebangkrutan.

“Kalau harga terlalu murah. (Misalnya) cabai terlalu murah, misalkan patokan kita Rp40 ribu, di pasar cuma Rp15 ribu, itu langsung bangkrut petaninya gitu lho.”

“Begitu juga telur, kalau telur standar kita kan Rp28 ribu, kalau dia cuma harganya Rp24 ribu, itu tutup.”

“Nah ini memang ada beberapa yang terlalu murah,” kata Zulkifli Hasan.

Sejumlah Faktor Sebablkan Harga Komoditas Pangan Terlalu Rendah di Market

Dikutip Haloagro.com, Zulhas menyampaikan terlalu murahnya harga komoditas dapat disebabkan berbagai faktor.

Misalnya disebabkan oleh peralihan musim, suplai yang terlampau banyak, atau daya beli masyarakat yang mengalami penurunan.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan kajian terhadap penyebab dan dampak dari terlalu murahnya harga komoditas pangan.

“Apa karena suplainya banyak sekali sehingga harganya terlalu murah.”

“Atau daya beli yang turun nanti kita lihat, kita kaji lebih lanjut,” kata Zulkifli Hasan ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (4/10/2024).

Sedangkan apabila terjadi inflasi, menurut Zulhas, pemerintah akan bisa secara cepat mengatasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Ekbisindonesia.com dan Infokumkm.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Haiidn.com dan Seleb.news

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.

 

Berita Terkait

Persrilis.com Resmi Kolaborasi dengan New Media Network untuk Perkuat Press Release Berbasis Algoritma
Pasar Waspada, Sektor Konsumsi Masih Jadi Penopang Utama
Menkeu Baru Targetkan Ekonomi 7 Persen, DPR Ingatkan Ancaman PHK dan Tekanan Internasional
Stok BBM Shell Super Pulih Nasional, Kuota Impor Swasta Naik 10 Persen
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Lukisan Hilang, Pesan Sri Mulyani: Indonesia Rumah Kita Bersama
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
QRIS Segera Hadir di Tiongkok, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:30 WIB

Persrilis.com Resmi Kolaborasi dengan New Media Network untuk Perkuat Press Release Berbasis Algoritma

Sabtu, 13 September 2025 - 12:28 WIB

Pasar Waspada, Sektor Konsumsi Masih Jadi Penopang Utama

Kamis, 11 September 2025 - 07:44 WIB

Menkeu Baru Targetkan Ekonomi 7 Persen, DPR Ingatkan Ancaman PHK dan Tekanan Internasional

Senin, 8 September 2025 - 14:11 WIB

Stok BBM Shell Super Pulih Nasional, Kuota Impor Swasta Naik 10 Persen

Sabtu, 6 September 2025 - 05:53 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

Gambar ini menunjukkan sekelompok orang dari berbagai latar belakang yang saling berinteraksi, melambangkan prinsip keanggotaan terbuka dan sukarela dalam koperasi. Mereka terlihat berkolaborasi dan berbagi ide, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi inti dari gerakan koperasi global.

INFO KOPERASI

Memahami Koperasi: Pilar Ekonomi Rakyat Berlandaskan Kebaikan Bersama

Minggu, 9 Agu 2026 - 07:00 WIB