Lukisan Hilang, Pesan Sri Mulyani: Indonesia Rumah Kita Bersama

Penjarahan di rumah Sri Mulyani 31 Agustus 2025 bukan sekadar tragedi pribadi. Ia menyerukan agar rakyat menjaga Indonesia tanpa amarah dan tanpa putus asa.

- Pewarta

Kamis, 4 September 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Mulyani mengenang lukisan bunga 17 tahun lalu yang hilang. (Facebook.com @Sri Mulyani indrawati)

Sri Mulyani mengenang lukisan bunga 17 tahun lalu yang hilang. (Facebook.com @Sri Mulyani indrawati)

DI SEBUAH sore yang muram, seorang lelaki berjaket merah dengan helm hitam terlihat tenang memanggul sebuah lukisan bunga.

Ia melangkah keluar dari sebuah rumah di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dengan langkah ringan seolah membawa barang miliknya sendiri.

Namun rumah itu bukan rumah sembarangan. Itu adalah kediaman pribadi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

Benda yang raib bukan hanya sekadar kanvas dengan cat minyak. Bagi pemiliknya, lukisan itu adalah serpihan kenangan, perenungan, dan simbol keutuhan keluarga.

“Lukisan bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah simbol perenungan diri dan kenangan keluarga,” tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagram @smindrawati pada Rabu, 3 September 2025.

Jejak Penjarahan yang Mengusik Ketenteraman Warga Ibukota

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 31 Agustus 2025, ketika gelombang demonstrasi melanda kawasan DKI Jakarta.

Unjuk rasa yang semula bertujuan menyuarakan aspirasi berubah menjadi kericuhan.

Sejumlah rumah pejabat negara menjadi sasaran amuk massa, termasuk rumah pribadi Sri Mulyani.

Penjarahan yang berlangsung di depan mata publik kian menegaskan betapa rapuhnya rasa aman.

“Lukisan itu raib, seperti lenyapnya rasa aman, kepastian hukum, dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” ujar Sri Mulyani.

Menurut data Kepolisian Jakarta Selatan, sedikitnya belasan rumah dan toko menjadi korban aksi serupa di kawasan tersebut.

Video penjarahan menyebar cepat di media sosial, diviralkan secara sensasional, dan memicu perdebatan tentang batas antara demonstrasi dengan anarki.

Hilangnya Lukisan dan Runtuhnya Fondasi Kepercayaan Bersama

Bagi Sri Mulyani, kehilangan benda pribadi bukan inti persoalan. Yang jauh lebih menyedihkan adalah hilangnya rasa saling percaya antarwarga negara.

“Liputan penjarahan dimuat dan diviralkan secara sensasional. Hilang hukum, hilang akal sehat, hilang peradaban,” tegasnya.

Lukisan bunga yang raib itu hanyalah potongan kecil dari luka kolektif sebuah bangsa. Ketika hukum tak dihormati, rasa aman pun menguap.

Bagi masyarakat, pemandangan seseorang dengan tenang memanggul barang jarahan menjadi simbol suram bahwa krisis bukan lagi sekadar soal ekonomi, melainkan soal moral dan nilai kemanusiaan.

Minggu Kelabu dan Kenyataan Tentang Korban yang Tak Tergantikan

Di balik berita soal benda yang hilang, ada kenyataan yang lebih pedih: korban jiwa.

“Minggu kelabu akhir Agustus itu, ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekadar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang dan tak tergantikan,” tutur Sri Mulyani.

Ungkapan itu menegaskan bahwa di atas segalanya, nyawa manusia tetap menjadi nilai tertinggi yang harus dijaga.

Kehilangan benda dapat diganti, tetapi kehilangan manusia adalah luka permanen yang meninggalkan jejak mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Pesan Menjaga Rumah Indonesia Dari Sri Mulyani

Di tengah kabar yang menyayat, Sri Mulyani menutup pesannya dengan nada yang menyejukkan.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus dijaga.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu,” katanya.

Ajakan itu bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk menahan amarah dan merawat persatuan.

“Mari jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah, tanpa keluh kesah, serta tanpa putus asa,” tukasnya.

Di balik hilangnya sebuah lukisan bunga, terselip pesan penting tentang arti kebersamaan.

Bahwa di atas segala kerusakan, masih ada kesempatan untuk memperbaiki rumah bernama Indonesia.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infobumn.com dan Bisnisnews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Adilmakmur.co.id dan Hallokampus.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Nusraraya.com dan Jakartaoke.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pasar Waspada, Sektor Konsumsi Masih Jadi Penopang Utama
Menkeu Baru Targetkan Ekonomi 7 Persen, DPR Ingatkan Ancaman PHK dan Tekanan Internasional
Stok BBM Shell Super Pulih Nasional, Kuota Impor Swasta Naik 10 Persen
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
QRIS Segera Hadir di Tiongkok, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah
Press Release Berbayar: Solusi Publikasi Media bagi Perusahaan di Era Kompetitif
Pulau Kecil, Masalah Besar: Tambang Nikel Menjadi Ancaman Serius bagi Masa Depan Raja Ampat

Berita Terkait

Sabtu, 13 September 2025 - 12:28 WIB

Pasar Waspada, Sektor Konsumsi Masih Jadi Penopang Utama

Kamis, 11 September 2025 - 07:44 WIB

Menkeu Baru Targetkan Ekonomi 7 Persen, DPR Ingatkan Ancaman PHK dan Tekanan Internasional

Senin, 8 September 2025 - 14:11 WIB

Stok BBM Shell Super Pulih Nasional, Kuota Impor Swasta Naik 10 Persen

Sabtu, 6 September 2025 - 05:53 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Kamis, 4 September 2025 - 08:58 WIB

Lukisan Hilang, Pesan Sri Mulyani: Indonesia Rumah Kita Bersama

Berita Terbaru