Termasuk Pemasok Bahan Makanan Pokok Program Makan Gratis, Inilah 12 Program Prioritas Kemenkop

- Pewarta

Kamis, 7 November 2024 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. (Instagram.com @budiariesetiadi)

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. (Instagram.com @budiariesetiadi)

KOPERASIPOST.COM – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi memaparkan 12 program prioritas yang akan dilaksanakan pada 2025 untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Seperti swasembada pangan, pengembangan industri agromaritim berbasis koperasi, dan industrialisasi hilirisasi melalui koperasi.

“Selain itu, koperasi juga diharapkan berperan aktif dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang bertujuan untuk pemenuhan gizi.”

“Pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi rakyat,” katanya saat rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Ke 12 program prioritas Kemenkop tersebut, yaitu:

1. Menjadikan koperasi sebagai pemasok utama bahan makanan pokok untuk program makan gratis.
2. Penyaluran pupuk melalui koperasi ke petani dengan harga yang murah.

3. Kerja sama dengan Bulog untuk menstabilkan harga beras di tingkat petani.
4. Penguatan produksi tekstil oleh koperasi utamanya untuk memproduksi pakaian anak-anak usia 0-12 tahun.

5. Mendorong koperasi menyediakan bahan baku untuk pembangunan rumah rakyat.
6. Pengelolaan sumur minyak rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.

7. Produksi minyak untuk rakyat sebagai bagian dari hilirisasi sawit dan alternatif minyak berkualitas.
8. Poduksi energi biomassa dengan mendorong koperasi untuk lebih memperhatikan lingkungan dalam menjalankan usaha.

9. Penyediaan susu nasional untuk mendukung program MBG dan mendorong peningkatan ekonomi anggota koperasi peternak sapi,
10. Pengembangan Koperasi Ojek Online.

11. Revitalisasi KUD (koperasi unit desa) untuk mengaktifkan kembali dan pengembangan KUD yang sudah ada agar lebih berdaya saing.
12. Penghapusan buku dan hapus tagih Kredit Usaha Tani atau KUT.

Budi Arie menyatakan akan melakukan upaya rebranding koperasi agar lebih relevan dengan kebutuhan dan minat generasi Z dan milenial.

Dalam rangka meningkatkan jumlah anggota koperasi, khususnya dari kalangan generasi muda,

“Rebranding diharapkan dapat menjadikan koperasi mainstream di kalangan anak muda dan tertarik untuk berkoperasi,” ucap dia.

Selain itu, akan dilakukan digitalisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional.

Serta memperluas jangkauan layanan koperasi melalui adopsi teknologi dan sentuhan digital.

“Dengan digitalisasi, harapannya koperasi dapat menjangkau lebih banyak anggota dan lebih transparan,” ucap Menteri Budi Arie.

Sebagai upaya untuk memperkuat ekosistem koperasi, Kemenkop juga akan dilakukan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Termasuk pelatihan peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling) bagi seluruh anggota.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoekbis.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Helloidn.com dan Jakartaoke.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Koperasi Syariah, Solusi Keuangan Halal Masa Depan Indonesia
Patungan Modal: Strategi Cerdas Wujudkan Bisnis Impian Tanpa Beban Sendiri
Rapat Anggota Tahunan: Lebih dari Sekadar Agenda Tahunan yang Membosankan
Langkah Praktis Daftar Anggota: Membuka Gerbang Berbagai Keuntungan
Patungan Modal Usaha: Kunci Sukses Bisnis Tanpa Beban Sendiri
Simpan Pinjam: Kunci Stabilitas Finansial dan Peluang Meraih Impian
Koperasi Desa: Mesin Ekonomi Lokal yang Kerap Terlupakan
Menggali Potensi Koperasi Syariah: Ekonomi Berkah dari Masjid ke Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 07:00 WIB

Koperasi Syariah, Solusi Keuangan Halal Masa Depan Indonesia

Sabtu, 7 November 2026 - 07:01 WIB

Patungan Modal: Strategi Cerdas Wujudkan Bisnis Impian Tanpa Beban Sendiri

Rabu, 4 November 2026 - 07:01 WIB

Rapat Anggota Tahunan: Lebih dari Sekadar Agenda Tahunan yang Membosankan

Selasa, 3 November 2026 - 07:00 WIB

Langkah Praktis Daftar Anggota: Membuka Gerbang Berbagai Keuntungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Patungan Modal Usaha: Kunci Sukses Bisnis Tanpa Beban Sendiri

Berita Terbaru

Suasana diskusi dalam sebuah pertemuan koperasi syariah di Indonesia, menunjukkan semangat kebersamaan dan perencanaan strategis untuk memajukan perekonomian umat. Anggota koperasi aktif berpartisipasi, mencerminkan prinsip gotong royong dalam mengembangkan keuangan syariah.

INFO KOPERASI

Koperasi Syariah, Solusi Keuangan Halal Masa Depan Indonesia

Minggu, 8 Nov 2026 - 07:00 WIB