Lebih dari 300 Peserta Ikuti Diskusi tentang Kerja sama Hukum Tiongkok-ASEAN di Chongqing

- Pewarta

Minggu, 23 November 2025 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASEAN guests attended the 7th China-ASEAN Legal Cooperation Forum in Chongqing. (Photo/Chen Zhan)

ASEAN guests attended the 7th China-ASEAN Legal Cooperation Forum in Chongqing. (Photo/Chen Zhan)

CHONGQING, Tiongkok, 23 November 2025 /PRNewswire/ — Artikel berita dari iChongqing. 

Forum Kerja sama Hukum Tiongkok-ASEAN Ke-7 resmi dibuka di Chongqing pada 21 November, diikuti lebih dari 300 peserta dari lembaga legislatif, yudisial, dan badan hukum pemerintah di ASEAN, serta para pemimpin dari dunia akademik, sektor hukum, dan komunitas bisnis. Para peserta berasal dari Thailand, Laos, Indonesia, dan Filipina.

Forum ini menampilkan paparan utama dan tiga subforum: Forum Dekan Fakultas Hukum Tiongkok-ASEAN, Forum Arbitrase Komersial Internasional untuk New International Land-Sea Trade Corridor (ILSTC), dan Forum Tiongkok-ASEAN tentang Tata Kelola Kejahatan Lintasnegara. Agenda pembahasan mencakup pendidikan hukum, arbitrase komersial, dan penanganan tindak kejahatan lintasnegara guna memperkuat kerangka hukum yang penting bagi pembangunan kawasan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

ASEAN guests attended the 7th China-ASEAN Legal Cooperation Forum in Chongqing. (Photo/Chen Zhan)
ASEAN guests attended the 7th China-ASEAN Legal Cooperation Forum in Chongqing. (Photo/Chen Zhan)

Di sesi pembukaan, para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya kerja sama hukum di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu, dan konektivitas ekonomi yang semakin erat. Borwornsak Uwanno, Wakil Perdana Menteri Thailand, menegaskan, kerangka hukum yang lebih kuat—terutama untuk melindungi investasi, kekayaan intelektual, perdagangan digital, dan pengelolaan data—berperan besar mendukung aktivitas ekonomi lintasnegara dan menjaga stabilitas bisnis sehingga memberikan kepastian.

Menurut Viengthong Siphandone, Sekretaris Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos sekaligus Ketua Mahkamah Rakyat Tertinggi Laos, Perjanjian Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN 3.0 menjawab kebutuhan negara anggota ASEAN yang menginginkan keterbukaan dan liberalisasi perdagangan yang lebih besar. Perjanjian ini mendorong kelancaran arus barang, jasa, dan modal, serta memperkuat aturan perdagangan yang transparan dan saling menguntungkan.

Sementara, Suharto, S.H., M.Hum, Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, menyampaikan, bab baru dalam perjanjian yang membahas ekonomi hijau tersebut sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai netralitas karbon pada 2060 dan mengembangkan rantai pasok kendaraan listrik. Perjanjian tersebut ikut membuka akses teknologi hijau Tiongkok serta investasi di energi terbarukan dan pengolahan mineral.

Di ajang tersebut, China-ASEAN Legal Research Center dan Southwest University of Political Science and Law meresmikan perjanjian kerja sama dengan mitra ASEAN. Beberapa publikasi utama juga diluncurkan, termasuk kumpulan undang-undang penting ASEAN, panduan praktis arbitrase komersial internasional di negara-negara ASEAN, serta kumpulan kasus layanan hukum terkait ILSTC.

Sejak pertama kali digelar, forum ini terus menarik partisipasi dari pemerintah ASEAN, organisasi internasional, dan pakar hukum, menghasilkan lebih dari 20 perjanjian kerja sama lintas batas dan menerbitkan pedoman praktik hukum yang mendukung investasi asing—mendorong kemajuan teori dan praktik hukum.

Berita Terkait

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya
Delixi Electric Perluas Produk dan Perkuat Kemitraan Global di Ajang 140th Canton Fair
World Young Scientist Summit 2026 Resmi Dibuka di Wenzhou, Zhejiang
Bertransformasi dari Merek Nasional Vietnam Menjadi Pemain Regional: SUNHOUSE Raih Penghargaan APEA Corporate Excellence Dua Tahun Berturut-turut

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:25 WIB

GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Delixi Electric Perluas Produk dan Perkuat Kemitraan Global di Ajang 140th Canton Fair

Berita Terbaru

Ilustrasi sekelompok orang sedang berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan dalam sebuah pertemuan simpan pinjam, menunjukkan semangat kebersamaan dan perencanaan finansial kolektif. Gambar ini merepresentasikan salah satu keuntungan utama dari simpan pinjam dalam membangun solidaritas dan stabilitas ekonomi bersama.

INFO KOPERASI

Simpan Pinjam: Kunci Stabilitas Finansial dan Peluang Meraih Impian

Selasa, 27 Okt 2026 - 07:02 WIB